Kuliah Umum ESQ di UKK Menghipnotis Mahasiswa

Pada tanggal 16 Desember pukul 15.00 WIB di Universitas Kahuripan Kediri diselenggarakan Kuliah umum Emotional Spiritual Quotient (ESQ), yang diisi oleh dua praktisi ESQ handal dari Kediri, yaitu ustadz Muhammad Hatta dan bapak Rifo Rif’at Basya. “Tujuan dari kuliah umum ini untuk membekali mahasiswa tentang pentingnya keseimbangan pengetahuan diri dan spiritual. Dua hal ini harus berjalan beriringan bersama”, ungkap Ustadz Muhammad Hatta. Dengan mengikuti kuliah ini mahasiswa diharapkan termotivasi untuk bisa mencari dan mengamalkan ilmu dengan lebih baik.

Materi yang diberikan dalam kuliah umum ini berangkat dari keteladanan kepemimipinan rasululloh SAW. “Bahwa ketika rasulullah mendapat jamuan dari sahabat lalu rasulullah memanggil seluruh pengikutnya. Rasulullah makan yang paling akhir. Ini artinya seorang pemimpin harus mendahulukan kesejahteraan rakyat. Tidak seperti kepemimpinan jaman now yang sibuk memperkaya diri sendiri”, ungkap Hatta menjelaskan. Dalam kulian ini juga ditanamkan nilai-nilai tanggung jawab terhadap diri sendiri maupun orang lain atau di dalam dunia kerja. Dengan mencontoh suri tauladan dan sifat-sifat rasulullah yang Shidiq, Amanah, Tabligh, serta Fatonah.    

Teladan kepemimpinan nabi Muhammad SAW banyak diakui oleh tokoh-tokoh penting dunia. Salah satunya Mahatma Gandi. Mahatma mengungkapkan, “Saya ingin sekali mengetahui segala sesuatu mengenai manusia itu yang telah memerintah jutaan orang tanpa penentangan. Setelah mempelajari kehidupannya, bertambahlah saya yakin bahwa di zaman itu Islam telah memenangkan hati orang-orang tidak dengan pedang, akan tetapi dengan kesederhaan Sang Rasul itu. Beliau biasa bekerja dengan riang gembira, sangat teguh dan teliti dalam memenuhi janji, sangat erat hubungannya dengan sahabat dan pengikutnya, pemberani dan sangat meyakini sempurnanya misinya. Inilah hal-hal yang membuat beliau dapat menyingkirkan semua kesulitan dan semua orang menyertainya. Ketika saya telah menyelesaikan bab kedua membaca buku mengenai perjalanan hidup rasul ini, saya pun menjadi demikian bersedih dikarenakan telah tamatnya buku itu”.

Sebagai penutup, di penghujung acara para mahasiswa diajak melakukan renungan bersama, yang didampingin oleh bapak Rifo Rif’at Basya. “Renungan di akhir acara benar-benar membuat saya sadar akan dosa yang saya lakukan. Lalu teringat juga jasa orang tua. Saya ingin mendoakan kedua orang tua saya. Intinya mengajak kita untuk kembali ke jalan yang benar”, ungkap Muhammad Ali salah satu mahasiswa Program Studi Agroteknologi.

Kuliah umum yang lebih pada proses perenungan kembali tersebut berjalan dengan khidmat. Suasana kuliah terasa nyaman. Para mahasiswa sangat antusias dan mengikuti sampai selesai. Acara yang berdurasi dua jam tersebut terasa singkat bagi peserta. Ke depan mereka berharap acara seperti ini digelar lagi di kampus Universitas Kahuripan Kediri. Dengan adanya kuliah umum seperti ini mampu menambah cakrawala pengetahuan dan keimanan mahasiswa terhadap islam yang merupakan agama rahmatan lil’alamin. (RRB)

Share this...
Share on Facebook7Share on Google+0Tweet about this on Twitter